BERBAGI “TIPS” MENJADI SALESMAN SUKSES

Salesman, adalah pekerjaan yang kadang dianggap remeh/ sepele, tetapi apakah orang-orang mengetahui, bahwa seorang salesman adalah ujung tombak sebenarnya untuk sebuah perusahaan?

Banyak salesman yang sukses, akhirnya dipromosikan menduduki jabatan strategis di perusahaan, tapi bagaimana agar kita mampu/ dapat meraih kesuksesan tersebut?

Mari kita berbagi “TIPS” untuk sukses menjadi seorang salesman :

  1. Tool / Sales Kit

Seorang salesman perlu melengkapi diri dengan apa yang disebut “Sales Kit”, ibarat tentara sales kit adalah “senjata” untuk bertempur dan memenangkan pertempuran. Alangkah anehnya, seorang salesman mendatangi prospek tanpa sales kit!

Contoh sales kit: leaflet, brosur, katalog, price list product, blangko surat pesanan, contoh warna, dll.

  1. Pengetahuan Produk (Product Knowledge)

Sebelum anda mulai melakukan prospecting alangkah baiknya anda melengkapi diri dengan pengetahuan produk tentang apa yang akan anda tawarkan dari perusahaan anda.

Ini menjadi penting karena dalam product knowledge didalamnya terdapat berbagai hal:

  • Spesifikasi produk
  • Model-model
  • Jenis-jenis
  • Kemampuan
  • Kapasitas
  • Asuransi
  • After sales service
  • Dll

Titik berat product knowledge adalah pada benefit/ keuntungan keunggulan dari produk yang anda tawarkan.

Sekaligus anda mampu menjawab pertanyaan prospek jika anda dihadapkan pada produk kompetitor, minimal anda juga mengerti produk kompetitor anda.

Dengan menguasai product knowledge anda maka anda sudah memiliki modal untuk meyakinkan prospek anda.

  1. Prospecting

Adalah kegiatan yang lazim dilakukan seorang salesman untuk mendapatkan calon pembeli atau customer.

“Anda salah menentukan prospek maka gagal pulalah anda mendapat calon pembeli”

Yang perlu dilakukan adalah melakukan segmentasi prospek anda, sesuai dengan harga produk yang anda tawarkan segmentasi prospek bisa berdasarkan :

  • Penghasilan/ pendapatan
  • Usaha yang dimiliki
  • Penentu kebijakan dalam organisasi/ perusahaan

Prospecting bisa dilakukan dengan :

  • Canvassing
  • Referensi
  • Data base dari perusahaan dimana anda berada.
  1. Closing / Menutup Penjualan

Apapun istilahnya, inilah saat paling membahagiakan bagi salesman yaitu saat melakukan “penjualan” setelah mendapatkan prospek yang oke/ atau hot prospek, maka prospek selanjutnya adalah diharapkan adalah terjadi “Transaksi Penjualan”.

Perlu diingat oleh seorang salesman. Hal penting saat terjadi penjualan, biasanya ditandai dengan ditandatanganinya “Surat Pesanan” oleh customer.

Disinilah letak pentingnya salesman, seorang salesman perlu menjelaskan lagi dalam “Surat Pesanan”

  • Product/ unit yang dipesan
  • Jenis
  • Spesifikasi
  • Harga jadi
  • Pembayaran
  • Kapan diserahkan

Dan hal lain yang berhubungan dengan pesanan tersebut.

 

  1. Delivery

Inilah saat yang paling ditunggu pelanggan “Penyerahan Barang”.

Saat inilah yang paling membahagiakan pelanggan.

Untuk itu salesman wajib mempersiapkan proses delivery ini sebaik-baiknya, dengan :

  • Memberitahu customer saat penyerahan.
  • Menyiapkan unit secara baik
  • Menjelaskan cara kerja unit, service, dan garansi
  1. Follow Up

Bentuk retensi dari salesman kepada customer setelah terjadi delivery yang bertujuan mendapatkan informasi, keluhan, komplain yang mungkin terjadi dari pelanggan kepada perusahaan atas pembelian yang dilakukan.

Jika pelanggan merasa puas dan semua kebutuhan terlayani dengan baik tidak jarang salesman akan mendapatkan referensi customer yang cukup bagus atau berprospek. Dan tidak jarang terjadi repeat order.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *